Senin, 07 April 2008

Mr. Azuarjuliandi, voici moi tashe (tugas saya)

PENGARUH PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP PERILKU ANAK SMA

Muhammad Syafti Pebrianda, Dian Febriasari, Iman Adi Thaib, Lia Nita Hafiva, Mardiana, Diah Anggreni, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara


ABSTRAK
TUJUAN PENELITIAN: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak SMA, penggunaan handphone sebagai sarana komunikasi dikalangan anak SMA lebih digunakan sebagai sarana hiburan disamping tujuan utama dari diciptakannya handphone tersebut sebagai sarana komunikasi dengan fitur-fitur yang semakin dipengaruhi yang semakin canggih dan lengkap membuat anak SMA lebih banyak menggunakan fitur-fitur tersebut, dan akibat dari penggunaan fitur-fitur yang terdapat dalam handphone tersebut mengindikasikan adanya pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak SMA.
Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara merancang dan membuat instrument angket kuesioner yang dirancang berdasarkan indicator sebelumnya. Instrument penelitian yang digunakan disusun dalam skala rating (rating scale) dengan opsi jawaban pertanyaan sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4) yaitu: sangat penting, penting, tidak penting, dan sangat tidak penting, untuk opsi jawaban variable X. dan opsi jawaban atas pertanyaan variable Y perilaku anak sekolah yaitu : sangat setuju, stuju, tidak setuju, sangat tidak setuju.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik statistic descriptive yakni tabel-tabel frekuensi untuk mengukur secara deskriptif masing-masing variable penelitian.

Kata kunci: perilaku, handphone, anak SMA


PENDAHULUAN
Perkembangan tekhnologi handphone dan meluasnya penggunaan handphone diberbagai kalangan usia dan untuk m`endukung mobilitas konsumen, menuntut perusahaan telekomunikasi seluler mengembangkan tekhnologi, fungsi dan kelengkap fitur-fitur pendukung dalam handphone tersebut. Pengguna handphone yang tidak hanya dikalangan tertentu, dewasa sekarang pengguna handphone telah merambah keberbagai kalangan usia, fungsi utama handphone sebagai alat komunikasi sudah merambah kefungsi tertentu yang terdapat didalam handphone tersebut.
Anak SMA, sebagai salah satu kelompok yang terbanyak dalam penggunaan handphone disamping sebagai sarana komuniksi, siswa SMA yang diklasifikasikan tergolong dalam usia, remaja handphone tidak hanya sebagai sarana untuk bertukar informasi tetapi fitur-fitur pendukung yang terdapat didalamnya lebih memainkan peranan penting yang lebih sering digunakan oleh mereka, yang tidak jarang hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku mereka. Anak SMA lebih sering menghabiskan waktu mereka untuk menggunakan fitur-fitur yang tersedia didalamnya, yang mempengaruhi perilaku mereka.
Perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan. b) pandangan tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu: (1) pen¬dekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan saraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem saraf, (2) pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak, perilaku dapat dibentuk dengan pembiasan dan pengu¬kuhan melalui pengkondisian stimulus, (3) pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi mengolah stimulus menjadi perilaku yang baru, (4) pandangan psiko¬analisis, menurut pandangan ini perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari, (5) pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. (Prof. Dr. Abin Syamsuddin Makmun, MA. RahayuGinintasasi,M.Si, MIF Baihaqi.)
Handphone adalah alat komunikasi, baik jarak jauh dekat maupun jarak jauh. Alat ini merupakan komunikasi lisan atau tulisan yang dapat menyimpan pesan dan sangat praktis untuk dipergunakan sebagai alat komunikasi karena biasa dibawa kemana saja. Ada beberapa macam merek dan type hand phone yang banyak dipakai
Orang.
Banyak factor yang mempengaruhi perilaku anak SMA, namun tidak semua semua factor yang dapat mempengaruhi perilaku anak SMA yang akan dibahas dalam penelitian ini tetapi hanya sebatas pada penggunaan handphone sebagai factor yang mempengaruhi perilaku anak SMA. Berdasarkan lingkup tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak sekolah menengah atas penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penulis dalam mengembangkan wawasan ilmiah dibidang psikolgi.


METODE PENELITIAN
Penelitian ini menetapkan target populasi dalam penelitian yakni siswa SMA dari berbagai Sekolah Menengah Atas, baik negeri maupun Swasta yang berada di Kota Medan yakni: SMA Eria, SMK Telkom, SMA Raksana, SMA Darma Bakti Medan, SMA Dwi Tunggal, SMA Sandi Putra, SMA Harapan Mandiri, SMK Negeri 2 Medan, SMA Nur Aziz, SMK Pembangunn Daerah Lubuk Pakam, SMA Persiapan Stabat Pengambilan convenience sampling (pengambilan sampel menurut keingginan peneliti), dalam penelitian ini peneliti menetapkan 100 orang anggota sampel (responden).
Penggumpulan data penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2008 sampai dengan Mei 2008 pada lokasi seperti yang dijelaskan diatas. Penggumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument angket kuisioner yang dirancang dan diadaptasi dari indicator sebellumnya. Instrument penelitian disusun dalam skala rating (rating scale) dengan opsi jawaban pertanyaan sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4) untuk variable X (penggunaan Handphone) yaitu sangat penting, penting, tidak penting, sangat tidak penting. Dan 4 opsi jawaban (1,2,3,4) untuk variable terikat Y (perilaku anak SMA), yaitu sangat penting, penting, tidak penting, sangat tidak penting.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik statistic deskriptif yakni table-tabel frekuensi untuk mengukur secara deskriptif masing-masing variable penelitian.





HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari kuisioner yang disebarkan diperoleh data tentang karekterisik responden yakni jenis kelamin, usia, pekerjaan dan kelas. Mayoritas responden penelitian ini adalah perempuan 59 %. Dilihat dari segi usia responden paling banyak berusia 17 tahun yaitu sebesar 43 %. Semua responden belatar belakang siswa SMA. Dan dilihat dari kelasnya mayoritas berasal dari kelas III yakni sebesar 68 %

.
Kuisioner ini disebarkan pada siswa SMA yang dilakukan dan disebarkan kepada sampel penelitian dengan cara acak diantara para siswa Sekolah Menengah Atas yang berasal dari 11 Sekolah menengah atas yang ada dikota Medan seperti yang disebutkan diatisebar secara acak yang. Dari responden tersebut didapati jawaban dari angket tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Yang menunjukkan jawaban responden mengenai pertanyaan yang terdapat dalam angket kuesioner baik angket kuesioner variable bebas X (penggunaan handphone) dan variable terikat Y (perilaku anak SMA)



Tabel 1. Ranking Faktor dari Penggunaan Handphone Yang Dipertimbangkan Responden.
No.
pertanyaan
Sangat penting
Penting
Tidak penting
Sangat tidak penting
Total
Fr
%
Fr
%
Fr
%
Fr
%
Fr
%

HandPhone










1
Game
39
39
46
46
14
14
1
1
100
100
2
MP3
50
50
46
46
4
4
0
0
100
100
3
Kamera
48
48
47
47
5
5
0
0
100
100
4
Video
27
27
57
57
16
16
0
0
100
100
5
Radio
40
40
52
52
8
8
0
0
100
100
6
BlueTooth
42
42
50
50
7
7
1
1
100
100
7
3G
21
21
38
38
36
36
5
5
100
100
8
Wifi
10
10
44
44
42
42
4
4
100
100
9
GPS
13
13
35
35
45
45
7
7
100
100
10
MMS/GPRS
17
17
48
48
26
26
9
9
100
100
11
Webside
23
23
35
35
34
34
8
8
100
100




Tabel 1. Ranking Faktor dari Penggunaan Handphone Yang Dipertimbangkan Responden.

No.
Pertanyaan
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Total
Fr
%
Fr
%
Fr
%
Fr
%
Fr
%

Prilaku Anak SMA








100
100
1
Memainkan game
33
33
42
42
21
21
4
4
100
100
2
Mendengamrkan MP3
27
27
42
42
31
31
0
0
100
100
3
Menggunakan kamera
34
34
49
49
15
15
2
2
100
100
4
Nonton video
15
15
40
40
38
38
7
7
100
100
5
Mendengarkan radio
34
34
50
50
14
14
2
2
100
100
6
Mentrasfer data melalui Bluetooth
25
25
59
59
13
13
3
3
100
100
7
Panggilan video call
8
8
45
45
38
38
9
9
100
100
8
Browsing data
5
5
29
29
56
56
10
10
100
100
9
Menggunakan fasilitas GPS
6
6
31
31
47
47
16
16
100
100
10
Mengirim foto melalui MMS
8
8
42
42
37
37
13
13
100
100
11
Mendownload aplikasi
6
6
36
36
46
46
12
12
100
100







Dari tabel diatas terlihat bahwa merupakan faktor yang paling utama menentukan adalah.:
Instrument Handphone mengandung 11 pertanyaan, yakni : game, MP3, kamera, video, radio, Bluetooth, 3G, wifi, GPS, MMS/GPRS, webside.
Instrumen perilaku mengandung 11 pertanyaan. Yakni : Saya sering memainkan games, Saya sering menghabiskan banyak waktu untuk mendengarkan MP3, Saya selalu menggunakan fasilitas kamera untuk mengabadikan setiap momen, Saya sering menonton video di handphone, Saya sering mendengar radio melalui Handphone, Saya selalu mentransfer data melalui Bluetooth,Saya selalu melakukan panggilan dengan Video Call, Saya selalu melakukan Browsing melalui wifi, Saya sering menggunakan Fasilitas GPS, Saya sering melakukan pengiriman foto melalui MMS, Saya sering Mendownload Aplikasi melalui Web
.

Pembahasan
Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, ternyata seluruh variable penelitian ini memiliki item-item pertanyaan yang valid dan reliable.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar angket kepeda responden secara acak dari sampel yang telah ditentukan oleh peneliti, karena tehnik penggumpulan sampel dalam penelitian ini adalah
Setelah data dianalisis diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,662, menunjukkan arah yang positif, artinya ada hubungan searah antara penggunaan handphone dengan perilaku anak SMA
Selanjutnya untuk menguji hipotesis digunakan nilai-nilai di dalam tabel berikut ini:






Tabel

Koefisien korelasi (r)
0,662
Koefisien determinasi (r2)
0,438
t hitung
3,381
Sig2-tailed
0,001
Taraf signifikan (a)
0,05


Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H0: r=0 (tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan handphone dengan perilaku anak SMA)
HA: r¹0 (Ada hubungan signifikan antara penggunaan handphone dengan perilaku anak SMA)

Kriteria yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah:

Jika t hitung >t tabel – Hipotesis diterima
Jika t hitung < t tabel – Hipotesis ditolak

Karena nilai korelasi dengan probabilitas yakni sig-2tailed 0,001
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak SMA, didapat data yang berasal dari angket kuisioner yang disebar kepada anak SMA yang berasal dari beberapa sekolah menengah atas yang ada dikota medan didapati bahwa ada hubungan yang signifikanantara penggunaan handphone oleh kalangan anak SMA terhadap perilaku mereka. Hal ini dapat kiata lihat dari realita yang memperlihatkan banyak diantara anak SMA tersebut menggunakan handphone tidak hanya terbatas pada sarana komunikasi yang digunakan untuk bertukar informasi, dan fitur – fitur yang terdapat didalam handphone jauh lebih sering digunakan. Penggunaan fitur -fitur handphone tersebut oleh mereka mengindifikasikan terjadinya perubahan perilaku mereka.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada anak SMA mayoritas menyatakan bahwa mereka cenderung menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan fasilitas – fasilitas yang terdapat didalm handphone tersebut. Dalam realita kita sering mendapati bahwa banyak anak remaja yang tergolong kedalam status siswa SMA mengghunakan handphone lebih pada fitur – fitur yang tersedia didalamnya. Mereka cenderung menghabiskaqn waktu mereka untuk memainkan fasilitas game yang tersedia didalam handphone tersebut, atau dapat menghabiskan waktu berjam – jam untuk mendengarkan MP3 atau menggunakan fasilitas yang lain yang tak jarang yang dilakukan yaitu dengan menyendiri dan cenderung menjauh dari komunitas yang ada.


DAFTAR PUSTAKA

www. Google.com/ http:// perilaku_silabusUPI
www. Google.com/ SMK YASPI PONTREN SYAMSUL ULUM
SUKABUMI







BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH

Handphone atau lebih dikenal juga dengan telepon sellular adalah merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang digunakan untuk mengirim atau menerima informasi dari seseorang kepada orang lain. Handphone merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang populer yang banyak digunakan oleh banyak kalangan usia dewasa ini.seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) khususnya dibidang telekomunikasi membuat handphone mengalami perkembangan yang signifikan, hal ini dapat kita temui dengan banyaknya fitur-fitur yang terdapat didalamnya yang diciptakan untuk memberikan kemudahan, hiburan, serta flexibelitas bagi penggunanya. Fitur-fitur yang terdapat didalam handphone yang dimaksud adalah seperti tersedianya fasilitas game, video, MP3, dan fitur-fitur lain yang umunya terdapat didalam handphone.
Fitur-fitur tersebut dari sisi produsen diciptakan demi memenuhi tuntutan pasar dan untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Dari sisi konsumen selain untuk memberikan kemudahan, dan hiburan, handphone juga berperan sebagai penunjuk status sosial seorang individu.
Penggunaan handphone dikalangan anak sekolah khususnya selain untuk sarana komunikasi khususnya yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat berdampak positif, namun tak jarang juga disalah gunakan oleh mereka, yang tentu saja akan berdampak negatip pada individu anak sekolah itu sendiri. Kemudahan dan fasilitas hiburan yang terdapat didalamnya tak jarang membuat anak sekolah khususnya menjadi lalai dan kurang bisa menghargai waktu, bahkan bersikap lebih konsumtif dan dapat merusak moral.
Penggunaan handphone dikalangan anak sekolah yang diindikasikan dapat memberikan dampak perubahan perilaku anak sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seperti: mereka lebih sering menyendiri ketika menhubungi seseorang atau menggunakan fasilitas yang ada, lebih bersikap konsumtif, sering mengabaikan waktu ketika menggunakan fasilitas yang ada.
Dikehidupan nyata kita sering mendapati berita seperti: ditemukannya video yang mengarah pornografi atau photo-photo porno dalam handphone anak sekolah, sikap pamer akan suatu jenis produk handphone tertentu, menyendiri ketika menggunakan handphone, tidak disiplin dalam belajar, terlalu sering bermain game, menggunjungi situs-situs tertentu yang mempunyai dampak negatif, bahkan untuk menyebar luaskan video dan atau photo-photo porno dari seseorang kepada orang lain. Oleh mereka khususnya kalangan anak sekolah handphone sudah tidak semata-mata lagi digunakan sebagai alat komunikasi melainkan untuk hal-hal lain seperti fitur-fitur yang tersedia didalam handphone tersebut.



B. IDENTIFIKASI MASALAH

Dari permasalah yang diatas maka peneliti dapat mengidentifikasikan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan handphone dikalangan anak sekolah menyebabkan perubahan perilaku dikalangan anak sekolah tersebut.
2. Terdapatnya fasilitas handphone yang berinndikasi banyak digunakan oleh siswa untuk hal-hal yang negatif.
3. Anak sekolah cenderung bersikap konsumtif dalam penggunaan handphone.
4. Anak sekolah cenderung kurang bisa menghargai waktu ketika menggunakan fasilitas yang terdapat dalam handphone.
5. Anak sekolah menyendiri dalam menggunakan fasilitas tertentu yang disediakan atau yang terdapat didalam handphone.
6. Mereka lebih bersikap Show Up atau pamer terhadap suatu produk handphone tertentu.



C. BATASAN DAN RUMUSAN MASALAH
BATASAN MASALAH

Untuk menhindari kesimpang siuran dalam pembahasan maka penelitian ini hanya dibatasi pada
1. “Pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak sekolah”
2. “Fokus penelitian ini hanya pada responden yang merupakan siswa SMA”.


RUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Seberapa besar pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak sekolah ?”



D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
TUJUAN PENELITIAN

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan handphone dikalangan anak sekolah terhadap perubahan perilaku anak sekolah.


MANFAAT PENELITIAN

1. Memperluas pengetahuan penulis dalam masalah yang ditimbulkan oleh dampak penggunaan handphone terhadap perilaku anak sekolah.
2. Sebagai referensi bagi peneliti-peneliti berikutnya yang mempunyai penelitian yang relevan.
3. Memberikan masukan dan tambahan informasi bagi anak sekolah, yang menjadi subyek penelitian ini tentang pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku mereka.
4. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua dan guru untuk melakukan pengawasan terhadap anak dan anak didik mereka dalam penggunaan handphone, khususnya yang diindikasikan dapat merusak kepribadian dan moral anak sekolah.




BAB II

KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS


A. KAJIAN TEORITIS
1. PENGGUNAAN HANDPHONE
A. PENGGERTIAN HANDPHONE

Cellularphone, atau lebih familiar dikenal di Indonesia dengan sebutan handphone adalah suatu bentuk sarana komunikasi yang populer dan banyak digunakan oleh semua golongan masyarakat baik tua atau muda, juga mengalami perkembangan yang signifikan mengikuti perkembangan ilmupengetahuan dan tehnologi juga gaya hidup di era globalisasi mendorong perkembangan handphone mengikuti perkembangan tersebut.
Seiring dengan perkembangan tersebut dan tututan gaya hidup masyarakat handphone dewasa ini tidak hanya sekedar digunakan untuk sarana komunikasi namun juga untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dan sebagai sarana hiburan.
Handphone atau telepon selular adalah suatu bentuk sarana komunikasi elektronik verbal yang mudah dipindah tempatkan digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan dan atau mengirim informasi atau berita dari seseorang kepada orang lain, dengan menggunakan jaringan satelit, dan memiliki fitur-fitur pendukung yang dapat mempermudah seseorang untuk mendapatkan dan atau menukar informasi.
Menurut Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara Amerika dan Eropa. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.


2. PERILAKU
A. PENGGERTIAN PERILAKU

perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan. pandangan tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu: (1) pen¬dekatan neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada hubungan antara perilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan saraf) karena perilaku diatur oleh kegiatan otak dan sistem saraf, (2) pendekatan behavioristik, pendekatan ini menitikberatkan pada perilaku yang nampak, perilaku dapat dibentuk dengan pembiasan dan pengu¬kuhan melalui pengkondisian stimulus, (3) pendekatan kognitif, menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapi mengolah stimulus menjadi perilaku yang baru, (4) pandangan psiko¬analisis, menurut pandangan ini perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidak disadari, (5) pandangan humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan oleh aspek internal individu. Individu mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warna pada lingkungan.

B. KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka konseptual adalah merupakan unsur-unsur pokok dalampenelitian dimana konsep teoritis akan berubah kedalam defenisi operasional yang dapat menggambarkan rangkaian antarvariabel.
Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah:

Gambar 1
Pengaruh penggunaan handphone terhadap perubahan perilaku anak sekolah









C. HIPOTESIS

Hipotesis adalah kesimpulan sementara atau jawaban sementara dari pernyataan yang ada pada perumusan masalah penelitian.

Menurut webster’s new world dictionary dalam supranto (1997, halaman 30)
Hipotesis adalah suatu proporsi, kondisi, atau prinsip yang untuk sementara waktu dianggap benar dan barangkali tanpa keyakinan, agar bisa ditarik suatu konsekuensi yang logis dan dengan cara ini kemudian diadakan penggujian tentang kebenarannya dengan menggunakan data empiris hasil penelitan.

Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1.Ada pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku anak sekolah




BAB III

METODOLOGI PENELITIAN


A. DEFENISI OPERASIONAL

Untuk menghindari penafsiran yang salah tentang variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka penulis mendefinisikan variabel sebagai berikut:


A. DEFINISI OPERASIONAL

Untuk menghindari penafsiran yang salah tentang variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka penulis mendefenisikan variabel sebagai berikut
Variabel bebas (X), Handphone: Handphone atau telepon selular adalah suatu bentuk sarana komunikasi elektronik verbal yang mudah dipindah tempatkan digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan dan atau mengirim informasi atau berita dari seseorang kepada orang lain, dengan menggunakan jaringan satelit, dan memiliki fitur-fitur pendukung yang dapat mempermudah seseorang untuk mendapatkan dan atau menukar informasi dan untuk memperoleh hiburan. Variabel bebas ini diukur dengan indikator sebagai berikut:
Variabel terikat (Y), perilaku adalah segenap manifestasi hayati individu dalam berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang paling nampak sampai yang tidak tampak, dari yang dirasakan sampai yang paling tidak dirasakan.


B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

1. Tempat Penelitian :penelitian dilakukan di SMA yang ada di kota Medan dengan menentukan sejumlah sekolah tertentu yang dijadikan sampel penelitian.
2. Wakru Penelitian :penelitian dilakukan pada tanggal 20 april sampai dengan selesai


C. POPULASI DAN SAMPEL

POPULASI

populasi adalah jumlah individu yang dijadikan subyek dalam penelitian yang akan ditarik suatu kesimpulan atau jawaban atas suatu permasalahan yangtimbul dalam penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah adalah anak sekolah SMA kota Medan

SAMPEL
Sampel adalah bagian dari anggota populasi yang dalam penelitian dapat mewakilijumlah populasi yang ada dalam penelitian unutk mendapatkan jawaban atas suatu permasalahan yang timbul dalam suatu penelitian.
Untuk menentukan sampel penulis berpedoman pada pendapat Arikonto yang menyatakan bahwa bila dalam suatu penelitian jumlah poulasi berjumlah seratus orang maka seluruh anggota populasi dalam penelitian dijadikan sampel dalam penelitian sehingga penelitian bersifat penelitian populasi namun bila populasi berjumlah lebih dari 100 orang maka ditarik sampel sebesar 25% atau lebih dari total populasi yang ada.


D. TEHNIK PENGGUMPULAN DATA

Tehnik penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen sebagai berikut:
1. Angket (quesioner) adalah metoda penggumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan dalam bentuk angket yang ditujukan kepada para responden yang dijadikan sampel dalam penelitian.
2. Wawancara adalah metoda penggumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis yang telah disiapkan terlebih dahulu untuk ditanyakan kepada reponden secara lisan.


E. TEHNIK ANALISIS DATA

Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi:

Tidak ada komentar: